Oleh : DFM TEAM
1. Anang Daffa A. (201946500619)
2. Fikri Eriyandi (201946500617)
3. Mischelia Alifani (201946500601)
(REVISI)
Abstract
In designing a work, a designer needs to
think about how to solve a solution to the problem that is the goal of making
the work. In this process, convergent and divergent thinking theories are used.
Convergent thinking means thinking of views if a problem has only one correct
solution to the problem, while divergent thinking is by looking for various
answers to a problem. The purpose of this scientific paper is to analyze the
Convergent and Divergent way of thinking from YouTuber Designer Rio Purba in
making visual branding of UMKM products Ale Juara.
Keywords: designer, UMKM, divergent, konvergent
Abstrak
Dalam mendesain sebuah karya, seorang
desainer perlu memikirkan bagaimana memecahkan solusi atas masalah yang menjadi
tujuan pembuatan karya. Dalam proses tersebut digunakanlah teori berpikir
secara konvergen dan divergen. Berpikir secara konvergen berarti memikirkan
pandangan jika sebuah masalah hanya memiliki 1 solusi dari masalah tersebut
yang benar, sedangkan divergen cara berpikir dengan mencari berbagai jawaban
atas suatu masalah. Tujuan dari tulisan ilmiah ini adalah untuk menganalisis
cara berpikir secara Konvergen dan Divergen dari Desainer youtuber Rio Purba
dalam membuat visual branding produk UMKM Ale Juara.
Kata Kunci : desainer, UMKM, divergen, konvergen
PENDAHULUAN
Desainer merupakan orang yang membuat atau merancang karya
desain dengan menonjolkan kreativitas yang dimilikinya menjadi suatu hal yang
memiliki tujuan dan makna untuk menyelesaikan suatu masalah yang telah
ditentukan. Dalam bidang desain terdapat berbagai macam studi tentang desain
seperti desainer grafis, desainer interior, desainer fashion, desainer program
UI/UX, dan masih banyak yang lainnya. Dalam membuat sebuah desain, seorang
desainer tidak terlepas dari cara berpikir secara konvergen dan divergen.
Berpikir secara konvergen berarti memikirkan pandangan jika sebuah masalah
hanya memiliki 1 solusi dari masalah tersebut yang benar dan pasti (Stanley,
1995). Dalam hal ini, seorang desainer akan memikirkan bagaimana desain yang
dibuat memiliki satu cara yang paling ampuh dan benar untuk dapat menyelesaikan
tujuan dari masalah pembuatan desain tersebut. Lain hal dengan konvergen, cara
berpikir divergen adalah cara berpikir untuk memberikan berbagai kemungkinan
jawaban berdasarkan informasi yang telah didapatkan (Utami Munandar, 1992).
Dengan kata lain
berpikir divergen merupakan cara berpikir dengan mencari berbagai jawaban atas
suatu masalah yang akan dituju. Berpikir divergen memerlukan sumber informasi
yang berbeda sebagai referensi. Kebanyakan seorang desainer melakukan berpikir
secara divergen untuk mencari dan membuat berbagai alternatif desain yang
nantinya akan di seleksi menjadi 1 desain yang sesuai dengan tujuan masalah
yang ada.
Dalam penulisan ini, penulis akan menganalisis cara berpikir divergen dan
konvergen pada karya yang dibuat oleh desainer Rio Purba. Rio Purba adalah
salah satu desainer yang memberikan branding dirinya sebagai Designer Youtuber
dan Freelancer. Youtube merupakan salah satu media sosial yang berkembang dari
internet sebagai media baru dalam kebutuhan informasi bagi masyarakat yang
dibangun atas dasar ideologi dan teknologi (Kaplan dan Haenlein, 2010).
METODE PENELITIAN
Tulisan ilmiah ini
menggunakan teori pendekatan berpikir secara Konvergen dan Divergen sebagai
dasar untuk menganalisis konsep dari desainer Rio Purba dalam membuat sebuah
desain packaging produk UMKM. Berpikir secara konvergen berarti memikirkan
pandangan jika sebuah masalah hanya memiliki 1 solusi dari masalah tersebut
yang benar dan pasti, sedangkan berpikir secara divergen merupakan cara
berpikir dengan mencari berbagai jawaban atas suatu masalah yang akan dituju
(Stanley, 1995). Dalam menganalisis Konvergen dan Divergen seorang Desainer Rio
Purba, digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang berfokus pada
fakta dan apa adanya yang terdapat pada objek sebagai data alamiah yaitu
poster (Ratna, 2008: 47).
RUMUSAN MASALAH
1. Apa
yang melatar belakangi desainer Rio Purba dalam mengambil project Abon Lele
Juara?
2. Bagaimana cara berfikir divergen dan konvergen yang
dilakukan desainer Rio Purba dalam mengerjakan project Abon Lele Juara?
HASIL DAN PEMBAHASAN
Rio Purba membangun personal branding atas
dirinya sebagai seorang Designer Youtuber dan Freelance, Ia
memberikan nilai jual dirinya dengan melibatkan skill dan identitas yang kuat
dan berbeda dari identitas lainnya sehingga terbentuklah personal
branding Rio Purba (Montoya & Vandehey, 2008). Rio Purba lahir di
Sumatera Utara pada tahun 1992. Perjalanan karirnya dalam dunia desain
dimulai pada tahun 2010 dimana dirinya bekerja sebagai desainer sambil kuliah.
Di tahun 2012, Rio Purba untuk pertama kalinya mengikuti lomba desain dan
berhasil membeli motor cash dari hasil ia terjun di dunia desain. Pada tahun
2013 Rio Purba bekerja sebagai programmer. Namun tidak bertahan lama karena
pada tahun 2014 ia resign dari programmer dan mulai fokus untuk freelance
desain. Di tahun 2016 Rio Purba mulai membangun channel YouTubenya, dan pada tahun
2019 dirinya belajar menjadi Creative Preneur.
Sebagai seorang desainer kerap kali Rio Purba menerima berbagai
client dari luar negeri, hal ini lah yang kemudian menyadarkan dirinya dan
menjadi latar belakang utama untuk membantu membangun brand dari UMKM
Indonesia. Rio Purba bekerja sama dengan pemerintah dan desainer lokal di
Indonesia melalui Assossiation Design Graphic Indonesia (ADGI) untuk
membangun visual branding dari produk UMKM asal Bali yaitu Abon Lele Juara atau
yang dikenal sebagai Ale Juara. Produk Ale Juara termasuk ke dalam UMKM
unggulan karena mereka memproduksi dengan baik produknya, namun sayangnya
produk ini tidak memiliki branding / identitas sehingga UMKM Ale Juara belum
bisa berkembang lebih baik lagi.
Berdasarkan teori berpikir secara Divergen, Rio Purba sebagai seorang
desainer menetapkan tujuan untuk membuat produk UMKM Ale Juara ini menjadi
produk unggulan dengan membangun visual branding. Rio Purba bersama dengan tim
nya memikirkan berbagai cara bagaimana membentuk visual branding dari Ale
Juara, beberapa caranya yaitu :
1.
Membuat logo Ale Juara sebagai nama dari UMKM tersebut
Dalam membuat logo tersebut, Rio Purba dan timnya menggunakan
logogram dan logotype. Terdapat tulisan ALE JUARA dan gambar mahkota untuk mempresentasikan
kata juara. Logo ini dibuat dengan simpel namun tidak generic.
Gambar 1. Logo Ale Juara
2.
Membangun Identitas dari Ale Juara sebagai UMKM produk Abon Lele Juara
Berdasarkan deskripsi pada produk tersebut, didapatkan hasil bahwa
produk Abon Lele Juara sesuai dengan namanya terbuat dari ikan lele. Oleh sebab
itu, Rio Purba membuat identitas visual dalam desain packagingnya yang
menggambarkan ikan lele. Ikan lele tersebut diilustrasikan dengan wajah yang
fun, yang didalam mulutnya seakan-akan sedang memakan abon lele dari produk
tersebut.
Gambar 2. Desain Packaging Bagian Depan Ale Juara
3.
Mendesain packaging dari produk Abon Lele Juara
Dalam menggarap project ini, Rio Purba dan timnya membutuhkan waktu sekitar 4 minggu untuk menyelesaikannya. Hasil desainnya sangat memanjakan mata. Didominasi oleh warna orange yang terang untuk rasa manis, dan warna orange yang lebih gelap untuk rasa pedas. Di bagian depan kemasan terdapat ilustrasi ikan lele yang terlihat fun, di bagian atasnya terdapat nama brand ALE JUARA, Abon Lele Juara dan juga label varian rasa untuk manis dan pedas. Sedangkan utuk bagian belakangnya sendiri terdapat komposisi dan informasi kandungan gizi.
Gambar 3. Desain Packaging Ale Juara Varian Manis
Gambar 4. Desain Packaging Ale Juara Varian Pedas
Berdasarkan hasil
analisis, Rio Purba dan tim nya menggunakan kreatifitasnya dan menghasilkan
beberapa cara yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada,
yaitu membuat branding dari produk UMKM Ale Juara. Dengan berpikir secara
Divergen, maka yang menjadi komponen utama adalah kreatifitas sebagai bentuk dari
penyelesaian permasalahan.
Kemudian berdasarkan berpikir secara
konvergen, setelah Rio Purba mendapatkan beberapa jawaban yang sesuai atas
permasalahan client nya, maka solusi
yang tepat bagaimana UMKM Ale Juara dapat berkembang lebih maju lagi adalah
dengan membangun visual branding identity terhadap produk tersebut. Oleh sebab
itu, Rio Purba berusaha membuat desain yang menarik untuk produk dari UMKM Ale
Juara dan membangun identitas dari produk tersebut yaitu ikan lele. Menurut
Molle, 1999 berpikir secara konvergen berarti memutuskan penyelesaian terbaik
diantara penyelesaian lainnya berdasarkan data-data yang akurat sehingga
didapatkan hasil yang tepat terhadap permasalahan yang ada (Molle, at al,
1999). Dengan dibangunnya visual branding terdahap UMKM Ale Juara, maka Rio
Purba telah menetapkan bahwa langkah tersebut adalah hal yang tepat dan
merupakan keputusan yang terbaik setelah Ia dan tim nya melakukan berbagai
riset terhadap client nya.
KESIMPULAN
Rio Purba adalah seorang desainer youtuber dan freelancer yang berpartisipasi dalam membantu membangun brand dari UMKM Indonesia. Rio Purba bekerjasama dengan pemerintah dan desainer lokal di Indonesia melalui Assossiation Design Graphic Indonesia (ADGI) untuk membangun visual branding dari produk UMKM asal Bali yaitu Abon Lele Juara atau yang dikenal sebagai Ale Juara.
Berdasarkan teori berfikir secara Divergen yang dimana Rio Purba sebagai seorang desainer menggali ide untuk membuat produk UMKM Ale Juara ini mendapatkan identitas unggulan di masyarakat. Dan dengan berfikir secara Konvergen solusi terbaiknya adalah dengan membangun visual branding kepada UMKM Ale Juara ini. Diharapkan dengan adanya desain baru dari produk UMKM Abon Lele Juara dapat membantu perkembangan UMKM dan dapat menaikan level brand tersebut, juga dapat mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya desain bagi bisnis mereka dalam mengembangkan sebuah brand.
DAFTAR
PUSTAKA
Kaplan, A M., Michael H. (2010). Users of
the world, unite! The challenges and opportunities of social Media. Business
Horizons, x, 56-88
Munandar, S. C. Utami. (1992). Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak
Sekolah, Peturifuk bagi Para Guru dan Orang Tua. Jakarta: Gramedia Widisarana
Indonesia.
Montoya, P. dan Vandehey, T. (2008). The
Brand Called You: Make Your Bussiness Stand Out in a Crowded Market Place. USA:
McGraw-Hill
Mölle, M., Marshall, L., Wolf, B., Fehm, H.L. & Born, J. 1999. EEG
Complexity And Performance Measures Of Creative Thinking. Psychophysiology,
36(1999), p. 95–104
Stanley, C. 1995. Differences in Divergent
Thinking as a Function of Handedness and Sex. The American Journal of
Psychology. Urbana: Fall 1995. Vol.108, Iss. 3, p. 311
Sumber Gambar :
https://youtu.be/76WRva4KdZE




Komentar
Posting Komentar